Sumalindo Diincar Perusahaan Asing
Laba bersih perseroan per kuartal III-2008, anjlok tajam 97,8 persen menjadi Rp 888 juta.
Rabu, 11 Februari 2009, 11:44 WIB
Antique
Industri Kayu (Anis Efizudin)

VIVAnews - PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI) dikabarkan sedang diincar investor asing yang membuka perusahaan kelapa sawit di dalam negeri.

Sumber mengatakan, perusahaan tersebut berniat masuk dalam kepemilikan saham perseroan yang saat ini sedang murah. "Kabarnya, mereka sedang bernegoisasi dengan perseroan," ujarnya di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2009.
 
Wakil Presiden Direktur Sumalindo David saat dikonfirmasi mengakui, adanya investor strategis yang mendekati perseroan. Namun, kata dia, hal itu bukan untuk mengakuisisi saham perseroan, melainkan bekerja sama dalam bidang konsesi hutan tanaman industri (HTI).

"Hal itupun, masih membutuhkan waktu dalam menjalin kerja sama tersebut," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2009.

Per 30 Januari 2009, PT Sumber Graha Sejahtera 2 menguasai saham berkode SULI sebanyak 51,63 persen dan sisanya dimiliki publik.

Pada perdagangan Rabu pukul 11.39 WIB, SULI bergerak stagnan di level Rp 225. Broker PT Masindo Artha Securities dengan kode broker DM tercatat sebagai broker yang paling banyak mengoleksi saham Sumalindo.

Analis pasar modal Deni Hamzah berpendapat, dengan kondisi perkayuan yang mulai membaik di masa depan dan adanya aksi akuisisi atas saham perseroan oleh perusahaan kelapa sawit akan memberikan sentimen positif bagi kinerja SULI. "Selain itu, momentum itu juga bisa meningkatkan likuiditas saham di pasar," ujarnya.

Sementara itu, laba bersih Sumalindo Lestari Jaya per kuartal III-2008, anjlok tajam hingga 97,8 persen menjadi Rp 888 juta atau Rp 0,72 per saham dari Rp 40,41 miliar atau Rp 42 per saham pada periode yang sama 2007.

Melorotnya kinerja emiten berkode SULI sudah terlihat dari pos laba kotor yang turun dari Rp 149,23 miliar menjadi Rp 96,51 miliar. Hal itu tidak terlepas dari membengkaknya beban pokok pendapatan perseroan per kuartal III-2008 yang tercatat Rp 758,78 miliar dari periode yang sama 2007 Rp 668,48 miliar.

Artinya, peningkatan beban jauh lebih tinggi ketimbang pertumbuhan pendapatan sebesar 4,6 persen menjadi Rp 855,29 miliar dari Rp 817,70 miliar.

Beban usaha SULI periode Januari sampai September 2008, juga menggelembung menjadi Rp 85,01 miliar, sehingga laba usaha tergerus tajam menjadi Rp 11,50 miliar dari Rp 69,55 miliar.

• VIVAnews

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.