Memilih Karpet Aman untuk Kesehatan
Produk karpet berbahan alami lebih aman karena bebas zat kimia.
Senin, 16 Februari 2009, 15:41 WIB
Irma Kurniati
  (dok. Corbis)

VIVAnews – Ruangan dalam hunian sering terasa kurang lengkap tanpa hamparan karpet di lantai. Dari sisi desain, sebuah karpet memang bisa membuat lantai terasa lebih ekspresif dan indah. Nuansa hunian pun terasa lebih hangat.

Namun di sisi kesehatan karpet justru bisa menjadi sumber penyakit bagi seluruh penghuni rumah. Banyaknya debu dan kotoran yang menempel di karpet bisa menjadi sumber penyakit.

“Pelapis lantai adalah bagian paling rentan bibit penyakit. Karpet, terutama yang berbulu tebal bisa menjadi sarang kotoran dan debu,” kata Jonathan Bernstein, MD, profesor Division of Immunology and Allergy, University of Cincinnati, AS.

Dalam beberapa dekade terakhir, bahan karpet makin beragam. Bernstein mengatakan, karpet zaman sekarang banyak menggunakan bahan serat sintetis dan bahan-bahan lain dengan kandungan zat kimia volatile organic compounds (VOC) yang mudah menguap di udara. Zat-zat kimia itu bisa terhirup dan mengganggu pernapasan. Bisa-bisa buah hati Anda lebih rentan alergi atau asma.

“Bahan karpet sintetis yang mengandung VOC bisa menyebabkan gangguan pernapasan dan juga sakit kepala karena banyaknya allergen yang menempel di sana,” ujar Bernstein. “Tapi Anda tak harus menggulung karpet Anda dan membuangnya, cukup pilih bahan yang aman untuk kesehatan.”

Pilih produk ramah lingkungan

Sebaiknya Anda pilih karpet yang terbuat dari bahan serat alami, seperti wol, katun, dan sebagainya. Selain lebih ramah lingkungan, bahan-bahan itu itu lebih sehat karena bebas zat kimia. Tapi Anda juga bisa memilih karpet yang memiliki label ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan.

Ukuran dan tekstur

“Semakin besar luasannya, semakin besar pula kemungkinan karpet menyebarkan alergen. Karpet ukuran kecil lebih baik karena lebih sedikit bibit penyakit yang bersembunyi di seratnya,” kata Bernstein.

Anda juga jangan memilih karpet bertekstur bulu tebal dan panjang. Bulu-bulu yang panjang dan tebal lebih sulit dibersihkan dari debu dan kotoran.

Tips merawat karpet:
- Saat baru membeli karpet, sebaiknya jangan langsung dipasang di ruangan. Angin-anginkan terlebih dahulu di luar supaya VOC di dalamnya terlepas. Lalu bentangkan di ruangan yang tak ditempati, misalnya garasi atau teras supaya kadar VOC berkurang.
- Bersihkan karpet dengan vacuum cleaner setiap hari agar kotorannya tidak menumpuk. Sambil dibersihkan dengan vacuum cleaner, bentangkan di jemuran lalu pukul-pukul supaya debu dan kotorannya rontok.
- Cuci karpet setiap minimal sebulan sekali. Agar lebih bersih, bawa ke tempat pencucian khusus.

• VIVAnews

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.